Pembangunan Tribun Sepak Bola Diduga Asal Jadi

462

KLiK MESUJI lampung – Diduga pembangunan tribun sepak bola yang dibangun pada Tahun 2019, yang menggunakan anggaran sebesar ratusan juta rupiah terkesan asal jadi dan terindikasi menghamburkan uang rakyat.

Pasalnya, bangunan tersebut mengalami keretakan serius dan bangunan itu sendiri terletak di lapangan sepak Bola Desa Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji Lampung.

Bangun tersebut dibangun dengan volume 5 m lebarnya dan panjang 10m. Padahal bangunan itu masih berumur 3 tahun setengah kurang lebih namun sudah mengalami keretakan yang mengerikan dan keretakan itu sendiri terlihat jelas di sisi kanan, kiri bahkan di sisi atas lantai kanan serta kiri tempat duduk penonton pun sudah bayak yang retak. Bisa disebut retak seribu.

Bila dibiarkan begitu saja pembangunan itu, sangat membahayakan penonton bila suatu saat ada turnamen atau acara khusus di Desa tersebut dan takutnya bila ada anak anak muda ataupun orang yang lagi duduk ketika sedang berolaraga dipagi hari lalu istritarat ditempat itu takutnya keruntuhan. Bila keruntuhan atau makan korban, siapa yang akan bertanggung jawab atas semua itu.??.

Kepala Desa Adiluhur Budiono mengatakan, “ya memang seperti itu bangunannya yang sudah pada retak saat ini. Tribun itu dibangun oleh Muarman ketika masih menjabat Kades sini, tepatnya kades sebelumnya mas yang membangun dan betul menggunakan anggaran APBDes,” jelas Budi, Minggu(19/6/2022).

“Saya, selaku kepala Desa yang baru enam Bulan menjabat, insya Allah kedepanya tetap berupaya untuk membenahi bangunan tersebut secepat mungkin. Memang sangat di sayangkan bangunan itu sebab telah menelan puluhan juta rupiah kok sudah pada retak dan saya belum tau pasti penyebab keretakan itu sendiri,” ungkapnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, bila bagi kawan kawan media telah menemukan hal itu, bukan saya melarang dan bukan saya menyuruh. Ya silak silakan saja tapi itu bukan pekerjaan para perangkat saya karena perangkat yang saat ini masih baru, sedangkan pekerjaan itu dibangun tahun 2019 berarti dikerjakan perangkat lama dan mantan kades ya, terang Budi.

Lanjutnya, “ya selaku kepala Desa, saya berharap pihak terkait untuk agar mengevaluasi bangunan tersebut dan saya mengimbau kepada pemuda serta seluruh Warga Desa Adiluhur untuk berhati hati serta waspada bila berada di tribun tersebut. Karena dampak keretakan itu sendiri dapat membahayaka,” harapnya.

Salah satu pemuda Desa Adiluhur yang enggan disebutkan nama aslinya, sebut saja Sukro. Ia berharap agar segera diperbaiki bangunan tersebut sebelum makan korban.

Lanjutnya, jangan hanya bisa membangun tapi mutu pembangunannya tidak ada sama sekali dan terlihat jelas pembangunan tersebut kesannya hanya menghamburkan uang rakyat serta patut kita duga ajang korupsi, ucapnya.

Seharusnya, ketika melakukan pembangunan yang paling utama harus menjaga atau mengutamakan kualitas agar pembangunan kuat dan kokoh, ujarnya.

Ketika team media ini berkunjung kerumah mantan kepala desa, beliau posisi tidak ada dikediamannya karena posisi pagar rumahnya terkunci dan ketika menghubungi nomor handphonenya yang diberi tetangganya sudah tak aktif dan no WhatsApp ternyata salah sambung. Jadi sampai berita ini dipublis belum ada tanggapan resmi dari mantan kades, kaur pembangunan yang lama atau Team Pelaksana Kegiatan(TPK) yang lama dan mantan Camat bahkan Dinas terkait.(sadam)

Facebook Comments