Pekerjan Pambangunan Pagar Masjid Al-Manshur Diduga Langgar K3 dan Prokes, Kontaktor Jawab “Terimakasih”

170

KLIK Lampung Barat – Pekerja pembangunan pagar Masjid Al-Manshur Kelurahan Pasar Liwa Kabupaten Lampung Barat (Lambar), diduga melanggar Kesalamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Fatalnya lagi, dalam pantauan media ini Selasa (6/7/2021),

Ditengah pandemi yang hingga saat ini belum mereda, para pekerja yang diindikasi berasal dari luar Lambar itu terkesan melanggar Protokol Kesehatan (Protkes) sebab saat menjalankan aktifitas para pekerja sama sekali tidak memakai masker.

Kendati demikian, salah seorang pekerja saat ditanya soal tidak menggunakan K3 dan protokes, dengan singkatnya pekerja tersebut beralasan tidak mendapat bagian masker dari kontraktor, dan untuk K3 pekerja itu juga menjawab hanya lebih kurang 5 helm yang disediakan.

“Gimana mau pake masker kontraktornya aja jarang datang boro – boro mau kasih masker, kalau soal K3 cuma ada sekitar 5 helm yang disiapkan sementara kami ini rame mending gak usah semua aja,” kata dia singkat.

Ironisnya, selama proses pembangunan tersebut para pekerja menginap di areal masjid dengan mendirikan pondok dan itu, menjadi salah satu keluhan warga saat manjalankan ibadah sebab, pada saat menjalankan ibadah di masjid para pekerja tersebut terus beraktifitas.

Menurut salah satu pengurus masjid yang enggan dipublikasikan namanya, selain meresahkan para kerja tersebut membuat kumuh sebagian areal masjid terlebih para pekerja memanfaatkan salah satu tempat wudhu, untuk mengambil air sebagai sarana mengaduk material semen. Sementara hingga pembangunan tersebut nyaris terselesaikan tidak ada kontribusi dari pihak kontraktor kepada pengelola masjid.

“Betul bangunan ini untuk masjid, tetapi tidak juga harus meresahkan dan membuat kumuh lingkungan dan fasilitas yang ada,” ujarnya.

Persoalanya, dengan adanya pelanggaran – pelanggaran seperti, K3 dan Prokes serta pembuatan pondok untuk menginap para pekerja, dapat dipastikan memiliki anggaran. Pertanyaanya, diapakan dan dikemanakan anggaran – anggaran tersebut.

Anehnya, Fathul sang kontraktor pekerjaan saat dikonfirmasi via whatsapp terkait hal tersebut, dengan cetus Fahul menjawab, “Trimakasih”.

Selain itu menurut pengakuan salah seorang konsultan, pihaknya pernah menegur soal penerapan K3 dan prokes kepada para pekerja tersebut namun sama sekali tidak diindahkan.

“Kami sudah menegur mereka tapi seakan tidak di hiraukan” ungkap Konsultan. (*)

Facebook Comments